Archive | News

FKG Unpad Tuan Rumah Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2011 di Bandung

Posted on 16 September 2011 by dentisia

[Unpad.ac.id, 12/09/2011] Sebanyak 2.000 murid dari sepuluh Sekolah Dasar di Bandung meramaikan Lapangan Gasibu Bandung, Senin (12/09) pagi ini. Mereka berpartisipasi dalam acara pembukaan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2011 yang digelar oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) bekerja sama dengan PT Unilever Indonesia melalui Pepsodent. FKG Unpad menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan BKGN di Bandung. Continue Reading

Post to Twitter Post to Facebook

Comments (0)

Tony Hawk Mencari Doktergigi

Posted on 16 September 2011 by dentisia

Legenda skateboard Tony Hawk beberapa waktu yang lalu nge-tweet untuk mencari doktergigi. Hal ini disebabkan karena gigi depannya mengalami trauma saat melakukan aksi skateboard. Continue Reading

Post to Twitter Post to Facebook

Comments (0)

Tags: , ,

#FKGombal

Posted on 09 October 2010 by dentisia

Jejaring informasi global bernama twitter, telah merambah segala aspek kehidupan. Termasuk dalam kehidupan mahasiswa fakultas kedokteran gigi. Salah satu bentuk  kreativitas mahasiswa fakultas kedokteran gigi dalam ngetwit adalah membuat twit jokes, atau rayuan dengan menggunakan terminologi dental. Twit unik ini dimulai oleh mahasiswa fakultas kedokteran gigi universitas gadjahmada, dengan menggunakan hashtag #FKGombal .

Dalam semalam, hashtag #FKGombal langsung ramai di dunia twitter hal ini menunjukkan bahwa calon doktergigipun kreatif dalam ngegombal. Beberapa contoh:

  • @dayulandu: dalamnya poket periodontal tak sedalam perasaanku padamu
  • @nymonousamber: Pantes aja deskripsi lesiku salah terus…habis cuma deskripsi dirimu yang penuhi otakku..
  • @erda_dito : kalo aku lagi ngebor gigi jangan deket2 aku ya.nanti bentuk preparasinya jadi bentuk hati.
  • @rizkyadrian: Bahkan sayangku, chisel dan mallet pun tak mampu memisahkan bifurkasi cinta kita berdua..
  • @kaswindiarti : Gk perlu injeksi klo d’exo sma kmu,, krna ckup mlihatmu sja sudah mmbuatq teranestesi..
  • @aan_btw : pas praktikum Mikrobiologi aku hitung bakteri di mulutku ternyata ga sebanyak cintaku padamu :D

dan masih banyak lagi yang lucu dan kreatif!

Mau ikutan ngegombal ala kedokteran gigi?? ngetwit aja rayuan terbaikmu, dengan hashtag #FKGombal . Jadikan #FKGombal trending topic! hihihi :D

Post to Twitter Post to Facebook

Comments (0)

Forum dentisia.com

Posted on 21 September 2010 by dentisia

Mulai hari ini, dentisia.com menambahkan fitur baru,  yaitu forum diskusi, yang dapat diakses pada alamat http://dentisia.com/forum/

Untuk sementara forum dibagi menjadi 2 kategori besar yaitu umum, dan kedokteran gigi. Bagi pembaca yang ingin berbagi akses jurnal online dan buku elektronik, kami sudah siapkan forum yang hanya bisa diakses oleh pembaca yang telah mendaftar di forum dentisia.com.

Semoga dengan adanya forum diskusi ini, pembaca setia dentisia.com dapat lebih berinteraksi dengan teman-teman sejawat lainnya. Berbagi ilmu, dan informasi yang notabene sangat cepat berubah mengikuti kemajuan zaman.

Salam hangat,

Redaksi dentisia.com

Post to Twitter Post to Facebook

Comments (0)

Tags: , , ,

Teh hitam ternyata banyak mengandung fluoride

Posted on 17 July 2010 by dentisia

Teh hitam, minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia, ternyata mengandung konsentrasi fluoride yang lebih tinggi dari yang diduga sebelumnya, yang dapat menimbulkan masalah bagi para pecandu teh, kata peneliti di Medical College Georgia.

Sebagian besar penelitian menunjukkan 1 liter teh hitam mengandung 1-5 miligram fluoride, namun menurut penelitian terbaru menunjukkan hasil 9 miligram per liter teh hitam. ”Tambahan fluoride dari meminum 2-4 cangkir teh sehari tidak akan merugikan seseorang, tapi pecandu teh yang sangat berat dapat terkena masalah,” kata Dr Gary Whitford, asisten profesor biologi mulut di Sekolah Kedokteran Gigi. Dia mempresentasikan temuan ini di 2010 International Association of Dental Research Conference Barcelona, Spain.

Fluoride dikenal untuk membantu mencegah terjadinya lubang gigi, namun konsumsi jangka panjang dalam jumlah berlebihan dapat menimbulkan gangguan pada tulang. Rata-rata asupan fluoride seseorang berada pada jumlah yang sangat aman, 2 -3 miligram per hari, melalui air minum berfluoride, pasta gigi dan makanan. Diperlukan dosis sekitar 20 miligram sehari selama 10 tahun atau lebih sampai timbul gangguan kesehatan tulang.

Whitford mengemukakan bahwa ketika ia mulai menganalisis data dari empat pasien dengan advanced skeletal fluorosis (penyakit yang disebabkan oleh konsumsi fluoride yang berlebihan dan ditandai dengan kerusakan dan nyeri pada sendi dan tulang), konsentrasi fluoride pada teh hitam awalnya tidak menjadi faktor yang diperhitungkan. Namun, hasil analisis penelitian tersebut menunjukkan adanya hubungan antara empat pasien yaitu konsumsi teh mereka – setiap pasien minum 1-2 galon teh setiap hari selama 10 hingga 30 tahun terakhir.

Informasi ini hendaknya tidak mengurungkan niat orang untuk meminum teh, karena minuman tersebut aman dan bahkan memiliki manfaat kesehatan, kata Whitford. ”Intinya adalah untuk menikmati teh favorit Anda, tapi seperti hal lain, janganlah minum secara berlebihan.”

Sumber:
Paual Hinely
Medical College of Georgia

Post to Twitter Post to Facebook

Comments (5)

Tags: , ,

Bulan Kesehatan Gigi Nasional

Posted on 11 July 2010 by dentisia

Bulan Juli 2010 dicanangkan sebagai Bulan Kesehatan Gigi Nasional dengan penandatanganan nota kesepakatan bersama antara PB PDGI dan AFDOKGI (Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia) dengan P.T. Unilever pada 24 Juni 2010.

Direncanakan pada Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2010 akan dilakukan pendidikan kesehatan gigi melalui iklan layanan masyarakat yang ditayangkan pada berbagai media massa. Pada iklan layanan masyarakat tersebut disampaikan anjuran untuk mencegah kerusakan gigi sejak dini serta perlunya pemeriksaan gigi secara rutin 6 bulan sekali. Selain itu diselenggarakan pelayanan gigi gratis yang bekerja sama dengan AFDOKGI yang dilaksanakan di 13 Fakultas Kedokteran Gigi, serta juga akan dilaksanakan bersama dengan cabang-cabang PDGI di beberapa daerah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Pelayanan kesehatan gigi yang diberikan pada masyarakat meliputi pemeriksaan gigi serta perawatan berupa  penambalan sederhana yang tidak melibatkan perawatan syaraf gigi, pencabutan tanpa komplikasi gigi sulung atau gigi tetap, pembersihan karang gigi, perawatan pencegahan gigi berlubang dengan aplikasi fluoride atau fissure sealant.

Jadwal pelayanan kesehatan gigi gratis di 13 fakultas kedokteran gigi adalah:
Univ. Gajah Mada, Yogyakarta : 30 Juni – 2 Juli 2010
Univ.Muhammadiyah, Yogyakarta : 12-14 Juli 2010
Univ.Prof.Dr.Moestopo (Beragama), Jakarta : 5-7 Juli 2010
Univ. Trisakti, Jakarta : 21-23 Juli 2010
Univ. Indonesia, Jakarta : 7-9 Juli 2010
Univ. Padjadjaran, Bandung : 15-17 Juli 2010
Univ. Jember, Jember : 26-28 Juli 2010
Univ. Airlangga, Surabaya : 19-21 Juli 2010
Univ.Mahasaraswati, Bali : 26-28 Juli 2010
Univ. Baiturrahmah, Padang : 19-21 Juli 2010
Univ. Sumatera Utara, Medan : 29-31 Juli 2010
Univ. Hasanuddin, Makasar : 29-31 Juli 2010.

Ketua AFDOKGI, Prof  Ismet Danial Nasution, drg, PhD, SpPros(K) menjelaskan kegiatan ini akan banyak melibatkan civitas akademika dari Fakultas Kedokteran Gigi, baik dosen maupun mahasiswa.  Melalui Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2010 diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk meningkatkan taraf kesehatan gigi serta mencegah penyakit gigi, dan juga mulai memeriksa diri secara rutin ke sarana pelayanan medis kesehatan gigi. “Kami berharap kegiatan ini akan menumbuhkan rasa cinta para mahasiswa kedokteran gigi untuk memelihara, tidak hanya mengobati masalah gigi. Selain itu kesempatan ini bisa dipakai untuk memperkenalkan pelayanan gigi itu ramah dan tidak menakutkan,” kata drg.Zaura Anggraeni, MDS, Ketua PDGI. Diharapkan seluruh lapisan masyarakat untuk ikut berpartisipasi di Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2010 demi meningkatkan kualitas kesehatan gigi masyarakat Indonesia untuk kehidupan yang lebih baik.

Penandatanganan nota kesepakatan bersama ini dilakukan mengingat permasalahan kesehatan gigi yang cukup memprihatinkan di Indonesia tidak bisa diselesaikan tanpa adanya kerjasama antara semua pihak.  Hasil Riset Kesehatan Dasar 2007, karies gigi diderita oleh 72,1% penduduk Indonesia, dan dalam 12 bulan terakhir sebanyak 23,4% penduduk Indonesia mengeluhkan adanya masalah pada gigi dan mulutnya. Dari jumlah tersebut, hanya 29,6% yang mencari pertolongan dan mendapatkan perawatan dari tenaga kesehatan. Hal ini mengindikasikan masih rendahnya tingkat kesadaran dan tingkat utilisasi masyarakat terhadap pelayanan medis kesehatan gigi. Masih menurut riset tersebut, 91,1% masyarakat Indonesia yang berumur diatas 10 tahun, meskipun sudah menggosok gigi setiap hari, namun hanya sebesar 7,3% yang telah menggosok gigi secara benar, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Sedangkan menurut penelitian yang dilakukan Unilever ditahun 2007, hanya terdapat 5,5% masyarakat Indonesia yang memeriksakan kesehatan gigi secara teratur ke dokter gigi. “Masih rendahnya kualitas kesehatan gigi masyarakat Indonesia tentunya memprihatinkan kita semua. Dari gigi rusak tersebut, hanya 1 persen yang dirawat, selebihnya lebih kurang 25 persen masih dalam keadaan berlubang, dan lebih 75 persen gigi yang lubang tersebut dibiarkan atau tidak memperoleh perawatan sehingga membusuk atau harus dicabut karena sudah terlalu parah. Keadaan ini merupakan refleksi masih minimnya pelayanan kesehatan gigi yang dapat dijangkau oleh masyarakat. Oleh karena itu, akan menjadi sangat penting dan mendesak untuk lebih mengarahkan upaya mencegah kerusakan dan menjaga gigi sehat tetap sehat. Ini jauh lebih efektif dan efisien dalam menurunkan angka kepenyakitan serta beban-beban yang timbul akibat penyakit gigi dan mulut yang tidak dirawat. Sebab, penyakit gigi dan mulut tidak sembuh sendiri. Apabila dibiarkan maka biaya yang harus dikeluarkan semakin mahal,”  drg Zaura Anggraeni MDS selaku ketua PB PDGI lebih lanjut mengungkapkan.

Berdasarkan kenyataan tersebut,  PDGI dan AFDOKGI bekerjasama dengan Unilever melakukan kerjasama untuk pelaksanaan Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2010, dengan di dukung oleh Bina Pelayanan Medik Dasar Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, dalam rangka terus melakukan komitmen dan upaya nyata untuk memberikan edukasi dan memperkenalkan pelayanan kedokteran gigi pada masyarakat luas.

Kegiatan ini merupakan  wujud pengembangan lebih lanjut misi sosial Unilever yang memproduksi pasta gigi Pepsodent bekerja sama dengan PDGI sejak tahun 1995 telah melakukan edukasi kepada masyarakat termasuk kepada anak-anak, orang tua dan guru melalui program kesehatan gigi sekolah. Menurut Hernie Raharja, Marketing Manager Oral Care PT Unilever, sampai akhir tahun lalu, kerjasama yang erat ini, telah berhasil menjangkau lebih dari 3,8 juta anak usia sekolah dasar yang mencakup sekitar 9.900 sekolah pada 45 kota di seluruh Indonesia.

sumber : http://pdgi.or.id

Post to Twitter Post to Facebook

Comments (1)

Tags:

“Pretty Woman”, senyum terbaik sepanjang masa.

Posted on 10 July 2010 by dentisia

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh smile.co.uk menunjukkan bahwa sang Pretty Woman, aktris Julia Roberts, memiliki senyum terbaik sepanjang masa.

Delapan belas tahun setelah Julia membintangi peran sebagai seorang pramuria yang bernama Vivian Ward hampir setengah (47%) dari penduduk Inggris memilih Julia sebagai aktris dengan senyum paling indah dan tulus.

Lucunya, peringkat kedua dalam jajak pendapat ini adalah ‘Mr Nasty’ Simon Cowell (25%) dengan senyum ultra putih dan ketiga adalah ‘Ugly Betty’ aktris America Ferrera, dengan seperlima dari total pemilih (21%) dari 3.000 suara memberikan pilihan pada senyum dengan kawat gigi cekat.

Lukisan Leonardo Da Vinci tentang Mona Lisa memperoleh 5% suara  dan menempati peringkat keempat dalam jajak pendapat dari senyum terbaik, sementara tempat kelima diperoleh aktor layar lebar George Clooney dengan 2%.

Sebaliknya, istri pesepakbola David Beckham, Victoria Beckham, menempati posisi puncak dari ‘lima besar senyuman palsu terburuk’, diikuti oleh Presiden AS George Bush pada posisi kedua, ketiga Britney Spears, Tony Blair dan Diana Ross keempat kelima.

Psikolog, Donna Dawson berkata: “Ada macam-macam senyum, tetapi yang ‘tulus’, asli adalah tersenyum spontan dengan  bibir mengembang dan santai,disertai mata berbinar atau menatap lembut, tergantung pada konteks dan arti senyum itu. ”

Menurut para ilmuwan, meskipun senyum palsu sering terlihat sangat mirip dengan senyuman asli, mereka sebenarnya sedikit berbeda, karena mereka dibawa oleh otot-otot yang berbeda, yang dikendalikan oleh bagian-bagian berbeda dari otak.

Post to Twitter Post to Facebook

Comments (0)

Tags: ,

IDEM Singapura 2010

Posted on 10 July 2010 by dentisia

International Dental Exhibition & Meeting (IDEM) telah mengkonfirmasi posisinya sebagai pertemuan gigi terpenting se-Asia Pasifik. Program ilmiah yang semakin baik dan fakta bahwa acara ini mampu menarik  lebih dari 6.000 doktergigi untuk datang ke Singapura. Peserta pameran dan panitia mengatakan bahwa mereka puas dengan kuantitas dan kualitas pengunjung tahun ini.

IDEM, yang diselenggarakan oleh Koelnmesse Ltd Singapura, diadakan dua tahun sekali bekerja sama dengan Singapura Dental Association (SDA) dan FDI World Dental Federation.

Program ilmiah tahun ini berfokus pada implantology dan aesthetic dua sektor yang paling berkembang di pasar kedokteran gigi Asia Pasifik. Meskipun angka penjualan sektor ini secara signifikan terimbas oleh krisis keuangan global di 2008/09, tingkat pertumbuhan diharapkan naik ketika perekonomian mulai pulih, dikutip oleh sebuah laporan industri bulan Mei 2009. Menurut laporan yang sama, angka penjualan implan gigi di kawasan Asia Pasifik mengalami tingkat pertumbuhan dua digit pada tahun 2008.

Implantology merupakan bagian besar dari pameran perdagangan tahun ini, terlihat dari meningkatnya jumlah peralatan bedah gigi dan alat bone graft. Selain memamerkan peralatan klasik seperti dental instruments, dental unit atau bahan restorasi, instrumen kedokteran gigi digital juga mendisplay sistem pencitraan 3D yang bertujuan untuk membantu komunikasi antara dokter gigi dan laboratorium dan meningkatkan hasil perawatan jangka panjang.

Untuk pertama kalinya, produsen dari Slovenia dan Republik Columbia ikut andil dalam memamerkan produk mereka di Singapura. Asosiasi perdagangan kedokteran gigi Inggris juga hadir untuk pertama kalinya di event ini bersama Australia, Taiwan, Singapura, Korea, Perancis dan Swiss. Industri kedokteran gigi Amerika Serikat dan Jerman merupakan kelompok terbesar dengan lebih dari 20 perusahaan yang mewakili hampir semua sektor di kedokteran gigi.

Michael Dreyer, Wakil Presiden Asia Pasifik, Koelnmesse Pte Ltd, mengatakan  bahwa meskipun perubahan organisasi dan resesi ekonomi, IDEM 2010 telah berlangsung dengan lebih baik daripada tahun 2008. Dia mengatakan bahwa perusahaannya akan berusaha untuk meningkatkan pertemuan berikutnya dan tersedia bagi kelompok-kelompok profesional kedokteran gigi lainnya seperti perawat gigi.

Presiden Singapore Dental Association Dr Lewis Lee mengatakan bahwa keputusan untuk menyelenggarakan program pra-kongres serta Kelas Master tahun ini telah diterima dengan baik oleh mayoritas peserta kongres. Ia mengumumkan rencana untuk memperluas program ilmiah pada tahun 2012 dengan menggabungkan topik seperti bahan kedokteran gigi, ortodonsi atau ilmu penyakit mulut. Sejumlah besar lokakarya akan ditawarkan juga, tambahnya.

Delegasi yang bergabung dengan pra-kongres sesi pertama pada Kamis pagi menegaskan bahwa program ini merupakan perbaikan besar dari tahun 2008. Kebanyakan orang yang diwawancarai mengatakan bahwa karena perubahan ini mereka dapat menghadiri sebagian besar sesi selama pertemuan.

“Saya pikir kongres cukup terorganisir dengan baik dan ada sedikit tumpang tindih yang membuatnya lebih mudah untuk masuk ke sesi yang lain,” kata seorang dokter gigi dari Singapura.

Menurut Mr Dreyer, persiapan untuk edisi selanjutnya IDEM pada tahun 2012 telah dimulai dan pembicara pertama telah diumumkan. Antara lain, akan ada sesi tentang management of endodontic disasters, efek biologis bahan restoratif saat ini terhadap kompleks pulpa-dentin atau konsep terakhir dari sistem post and core.

IDEM yang akan datang dijadwalkan berlangsung 20-22 April 2012.

SINGAPURA / Leipzig, Jerman: Dengan angka partisipasi terakhir yang telah diumumkan, International Dental Exhibition & Meeting (idem) telah mengkonfirmasi posisinya sebagai pertemuan gigi utama untuk kawasan Asia Pasifik. Program ilmiah yang baik dan jumlah yang lebih tinggi lagi pameran menarik lebih dari 6.000 profesional gigi ke Singapura. Peserta pameran dan panitia mengatakan bahwa mereka puas dengan kuantitas dan kualitas pengunjung tahun ini.

Idem, yang diselenggarakan oleh Koelnmesse Ltd Singapura, diadakan dua kali setahun bekerja sama dengan Singapura Dental Association (SDA) dan FDI World Dental Federation.

Program ilmiah tahun ini adalah berfokus pada implantology dan estetika-dua sektor yang paling berkembang di pasar Asia Pasifik gigi. Meskipun angka penjualan mereka yang terkena secara signifikan oleh krisis keuangan global di 2008/09, tingkat pertumbuhan diharapkan untuk mengambil ketika perekonomian mulai pulih, sebuah Mei 2009 laporan industri lain. Menurut laporan sama, angka penjualan implan gigi di kawasan Asia Pasifik mengalami tingkat pertumbuhan dua digit kembali pada tahun 2008.

Implantology adalah bagian besar dari pameran perdagangan tahun ini, yang melihat meningkatnya jumlah peralatan bedah gigi dan tulang penyambungan alat untuk membantu prosedur implan gigi pada layar. Selain peralatan klasik seperti instrumen, unit atau isi, spesialis kedokteran gigi digital juga disajikan sistem pencitraan 3D yang bertujuan untuk membantu komunikasi antara dokter gigi perampingan dan laboratorium dan meningkatkan hasil pengobatan jangka panjang.

Untuk pertama kalinya, produsen dari Slovenia dan Republik Columbia yang menampilkan portofolio mereka di Singapura. British Dental Asosiasi Perdagangan host paviliun nasional pertama mereka di samping menunjukkan partisipasi bersama Australia, Taiwan, Singapura, Korea, Perancis dan Swiss. Amerika Serikat dan Jerman industri gigi host kelompok terbesar dengan lebih dari 20 perusahaan yang mewakili semua sektor di kedokteran gigi.

Michael Dreyer, Wakil Presiden Asia Pasifik, Koelnmesse Pte Ltd, mengatakan tribun Gigi Asia Pasifik bahwa meskipun perubahan organisasi dan Turndown ekonomi, idem 2010 telah sesuai dengan edisi terakhir di tahun 2008. Dia mengatakan bahwa perusahaannya akan bertujuan untuk meningkatkan pertemuan lebih lanjut untuk membuatnya tersedia bagi kelompok-kelompok profesional seperti asisten gigi.

Singapore Dental Association presiden Dr Lewis Lee mengatakan bahwa keputusan untuk menyelenggarakan program pra-kongres serta Kelas Master tahun ini telah diterima dengan baik oleh peserta kongres yang paling. Ia mengumumkan rencana untuk memperluas program ilmiah pada tahun 2012 menggabungkan topik yang lebih seperti gigi bahan, ortodonsi atau obat oral. Sejumlah besar lokakarya akan ditawarkan juga, ia menambahkan.

Delegasi yang bergabung dengan pra-kongres sesi pertama pada Kamis pagi menegaskan bahwa program ini merupakan perbaikan besar atas penawaran pada tahun 2008. Kebanyakan orang yang diwawancarai mengatakan bahwa karena perubahan ini mereka dapat menghadiri sebagian besar sesi selama pertemuan.

“Saya pikir kongres cukup terorganisir dengan baik dan ada sedikit tumpang tindih yang membuatnya lebih mudah untuk masuk ke sesi yang lebih,” kata seorang dokter gigi dari Singapura.

Menurut Mr Dreyer, persiapan untuk edisi selanjutnya idem pada tahun 2012 telah dimulai dan pembicara pertama telah diumumkan. Antara lain, akan ada sesi tentang pengelolaan bencana endodontik, efek biologis bahan restoratif saat ini di kompleks pulp-dentin atau konsep saat di posting dan inti.

Edisi berikutnya idem dijadwalkan berlangsung 20-22 April 2012.

Post to Twitter Post to Facebook

Comments (0)

Tags: , ,

Biota laut dapat membantu sementasi kavitas gigi

Posted on 10 July 2010 by dentisia

Mahasiswa di Hwa Chong Institution Singapura saat ini sedang menyelidiki sifat perekat pada kerang untuk digunakan dalam bidang kedokteran gigi. Penelitian ini menemukan cara-cara baru untuk sementasi kawat gigi atau kavitas di gigi yang baru saja menerima Penghargaan Emas pada Singapore Science and Engineering Fair tahun ini.
Teritip/Barnacles adalah invertebrata laut yang cenderung hidup di perairan laut dangkal atau pasangsurut. Mereka menempel permanen ke substrat keras seperti batu atau kapal dengan bantuan perekat berbasis protein, juga disebut semen teritip. Perusahaan perkapalan harus menghabiskan jutaan rupiah setiap tahun untuk menghilangkan sejumlah besar binatang ini, yang dapat memperlambat kapal dan meningkatkan konsumsi bahan bakar.

Di seluruh dunia, lebih dari 1.220 spesies remis telah diidentifikasi.

Para siswa meneliti biokompatibilitas, kecepatan polimerisasi dan resistensi asam pada semen yang dikeluarkan oleh spesies Amphibalanus amphritrite. Mereka menemukan bahwa tidak hanya memiliki sifat tidak dapat larut dalam air dan sifat mekanik yang kuat, tetapi juga aman bagi manusia untuk digunakan dalam rongga mulut. Para peneliti juga menyatakan, bahwa kelemahan dari semen ini adalah ketahanannya terhadap paparan jangka panjang kondisi asam kuat. Daya rekat akan berkurang karena konsumsi zat asam, seperti jus jeruk dan soda, kata mereka.

Tim, yang didukung oleh Universitas Nasional Singapura, saat ini bekerja dengan model eksperimen baru yang lebih dapat mensimulasikan kondisi rongga mulut manusia. Jika berhasil, hasilnya juga bisa bermanfaat bagi bidang kedokteran lainnya seperti operasi tulang. (Daniel Zimmermann, DTI)

Post to Twitter Post to Facebook

Comments (1)

Tags: , ,

Burger tidak baik untuk rahang?

Posted on 10 July 2010 by dentisia

Dokter gigi di Taiwan telah memberikan peringatan kepada gerai makanan cepat saji untuk mengurangi ukuran hamburger dari menu mereka karena begitu banyak orang yang menderita rasa sakit pada rahang.

Mereka juga meminta gerai untuk memberi label peringatan pada burger kingsize mereka.

Ditemukan pasien yang mengalami sakit rahang atau mengalami kesulitan membuka mulut setelah menggigit  burger ukuran besar.

Beberapa gerai restoran cepat saji menjual burger yang tingginya lebih dari delapan sentimeter.

Sementara, para ahli mengemukakan bahwa mulut manusia dirancang untuk terbuka  sampai dengan empat sentimeter.

Banyak pengunjung restoran cepat saji yang kemudian harus ke dokter gigi karena masalah rahang yang terkait dengan konsumsi burger dengan ukuran lebih besar dari biasanya, kata Hsu Ming-lun, profesor dari Sekolah Kedokteran Gigi Nasional Yang Ming University.

Beberapa dari pasien ini mengalami rahang sakit dan beberapa bahkan memiliki kesulitan membuka mulut mereka; keduanya merupakan gejala khas disfungsi temporomandibula (sendi rahang), cedera yang berhubungan dengan rahang, tambah Hsu.

Post to Twitter Post to Facebook

Comments (2)